
PONOROGO – Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo bersama Universitas Merdeka Malang (Unmer Malang) Kampus Ponorogo terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN). Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang mengangkat tema Manajemen Talenta ASN sekaligus memberikan wawasan mengenai peluang peningkatan kualifikasi pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 Sarjana. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi ASN untuk memahami pentingnya pengelolaan potensi, kompetensi, pengalaman, dan kinerja dalam mendukung pengembangan karier. Sebanyak 114 peserta yang berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran peserta dari berbagai OPD menunjukkan bahwa pengembangan talenta merupakan kebutuhan lintas organisasi yang membutuhkan pemahaman dan komitmen bersama.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Ponorogo Harjono yang menyampaikan pentingnya pengembangan sumber daya aparatur sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan. Dalam konteks manajemen talenta, ASN tidak hanya dipandang berdasarkan jabatan yang sedang diemban, tetapi juga berdasarkan kinerja, kompetensi, potensi, kualifikasi, serta rekam jejak yang dimiliki. Pendekatan tersebut sejalan dengan materi yang disampaikan dalam kegiatan, bahwa manajemen talenta merupakan sistem terintegrasi untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan memanfaatkan ASN berdasarkan tingkat kinerja dan potensinya. Dengan pengelolaan yang sistematis, organisasi dapat menyiapkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan jabatan strategis sekaligus mengembangkan karier ASN secara terencana dan berkelanjutan. Materi juga menekankan bahwa manajemen talenta diarahkan untuk mendukung pencapaian visi, misi, dan sasaran strategis organisasi.
Selanjutnya, materi utama disampaikan oleh Ketua Unmer Malang Kampus Ponorogo, Prof. Fajar Supanto, yang mengajak peserta memahami manajemen talenta sebagai bagian penting dari pembangunan organisasi dan birokrasi masa depan. Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada sejumlah parameter yang dapat digunakan dalam melihat talenta ASN, antara lain kinerja utama, kompetensi, potensi, kualifikasi, serta integritas dan moralitas. Kinerja dapat dilihat melalui capaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), kualitas hasil kerja, ketepatan waktu, kontribusi terhadap organisasi, penghargaan, penugasan dalam tim kerja, serta umpan balik kinerja. Sementara itu, kompetensi berkaitan dengan hasil asesmen, pengembangan kompetensi, pengalaman jabatan, dan kesiapan ASN untuk mendapatkan penugasan strategis. Materi tersebut menempatkan pengembangan kapasitas ASN sebagai proses yang tidak berhenti pada penilaian kinerja, tetapi dilanjutkan dengan pembelajaran, coaching, mentoring, dan penugasan strategis.
Prof. Fajar Supanto juga menjelaskan pentingnya kesesuaian kualifikasi pendidikan dengan kebutuhan organisasi dalam pengembangan talenta ASN. Kualifikasi dalam materi manajemen talenta mencakup tingkat pendidikan formal, kesesuaian bidang ilmu, pendidikan atau pelatihan penunjang, serta sertifikasi profesi yang relevan. Hal ini menjadi salah satu konteks yang mempertemukan agenda manajemen talenta dengan pengembangan pendidikan tinggi bagi ASN. Melalui pendidikan yang relevan, ASN memiliki ruang untuk memperkuat pengetahuan dan kompetensi yang mendukung pelaksanaan tugas serta pengembangan profesionalitas. Karena itu, program RPL S1 Sarjana di Unmer Malang Kampus Ponorogo diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pendidikan tinggi yang dapat dipertimbangkan oleh ASN sesuai ketentuan dan kebutuhan masing-masing. Program tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai pentingnya peningkatan kualifikasi dan pengembangan diri dalam perjalanan karier ASN.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama ketika sesi diskusi dan tanya jawab dibuka. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman mengenai bagaimana kinerja dan potensi ASN dapat dipetakan serta bagaimana hasil pemetaan tersebut dapat dikaitkan dengan pengembangan kompetensi dan karier. Diskusi juga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami lebih jauh penerapan konsep 9 Kotak Manajemen Talenta, yang memetakan ASN berdasarkan kombinasi antara kinerja dan potensi. Pemetaan tersebut digunakan untuk membantu organisasi menentukan tindak lanjut pengembangan, mulai dari pembinaan, peningkatan kompetensi, pengembangan, hingga akselerasi karier sesuai posisi dan kebutuhan talenta. Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya pengembangan diri secara berkelanjutan.
Dalam materi juga dijelaskan bahwa pemetaan talenta dapat menjadi dasar bagi organisasi dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan, mendukung penempatan yang sesuai dengan potensi dan kinerja, serta menyusun program pengembangan dan rencana suksesi. Kerangka tersebut menempatkan pendidikan, pelatihan, coaching, sertifikasi, penugasan lintas unit, proyek strategis, dan pengayaan pekerjaan sebagai bagian dari proses pengembangan kompetensi. Bagi ASN, proses tersebut menunjukkan bahwa pengembangan karier membutuhkan kesiapan individu sekaligus dukungan sistem organisasi. Pendidikan tinggi menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat kapasitas akademik dan profesional yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan. Dalam konteks inilah pengenalan program RPL S1 menjadi relevan sebagai salah satu pilihan bagi ASN yang memiliki pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, kehadiran Unmer Malang Kampus Ponorogo dalam kegiatan ini tidak hanya membawa misi pendidikan, tetapi juga memperkuat hubungan kelembagaan dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Melalui kolaborasi dengan BKPSDM Kabupaten Ponorogo, perguruan tinggi dapat hadir lebih dekat dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di daerah. Program RPL S1 yang diperkenalkan kepada ASN diharapkan dapat menjadi informasi awal bagi pegawai yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan dengan mempertimbangkan pengalaman dan pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya. Materi presentasi RPL Unmer Kampus Ponorogo juga diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai peluang melanjutkan pendidikan tinggi bagi masyarakat dan profesional yang memiliki pengalaman pembelajaran sebelumnya. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan tinggi diharapkan semakin terhubung dengan kebutuhan pengembangan SDM aparatur dan kebutuhan organisasi pemerintahan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kompetensi, kualifikasi, dan profesionalitas ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Sinergi antara pemerintah daerah melalui BKPSDM dengan Unmer Malang Kampus Ponorogo merupakan bentuk kolaborasi antara institusi pemerintahan dan perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Bagi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, penguatan kapasitas ASN merupakan bagian penting dalam mendukung organisasi yang adaptif dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Bagi Unmer Malang Kampus Ponorogo, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan akses pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Melalui kegiatan manajemen talenta dan pengenalan RPL S1 ini, diharapkan semakin banyak ASN memperoleh informasi dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi serta kualifikasi pendidikannya. Pada akhirnya, kolaborasi tersebut diharapkan turut mendukung terwujudnya SDM unggul, organisasi adaptif, pelayanan publik yang prima, dan Ponorogo yang semakin maju
