Kuliah Tamu Nasional di PDKU Ponorogo Unmer Malang Dorong Transformasi Kebijakan Publik dan Penguatan Ekonomi Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

Ponorogo, 15 Agustus 2026 — Program Pendidikan di Luar Kampus Utama (PDKU) Ponorogo Universitas Merdeka Malang (Unmer Malang) menyelenggarakan Kuliah Tamu Nasional dengan tema “Transformasi Kebijakan Publik, Kepastian Hukum, dan Penguatan Ekonomi Daerah dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045” pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan Novita Hardini, S.E., M.E., Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, sebagai narasumber utama. Kuliah tamu tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan secara langsung mengenai dinamika kebijakan publik, pembangunan daerah, kepastian hukum, serta tantangan perekonomian menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan diikuti sekitar 200 peserta yang merupakan mahasiswa PDKU Ponorogo Unmer Malang dari tiga program studi, yaitu Manajemen, Administrasi Publik (AP), dan Hukum. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan, terutama ketika narasumber menyampaikan berbagai persoalan aktual yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Merdeka Malang Dr. Prihat Assih, S.E., M.Si., Ak., CSRS. menegaskan komitmen Unmer Malang untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Rektor memperkenalkan Unmer Malang sebagai kampus yang asri dan kampus yang aman, sebuah lingkungan akademik yang mendukung mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, berorganisasi, dan mengembangkan potensi secara optimal. Menurutnya, suasana kampus yang nyaman, tertib, dan aman merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Lebih dari itu, Unmer Malang juga terus menguatkan identitas sebagai kampus berdampak, yakni perguruan tinggi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat, dunia usaha, pemerintah daerah, serta berbagai sektor pembangunan. Melalui kegiatan seperti kuliah tamu nasional ini, Unmer Malang berupaya mempertemukan mahasiswa dengan pemangku kebijakan dan tokoh publik sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat secara langsung hubungan antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan realitas pembangunan di masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Novita Hardini, S.E., M.E. memaparkan materi mengenai transformasi kebijakan publik, pentingnya kepastian hukum, dan strategi penguatan ekonomi daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa pembangunan nasional membutuhkan kebijakan publik yang adaptif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu menjawab perubahan ekonomi dan sosial yang berlangsung semakin cepat. Kepastian hukum juga menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan iklim pembangunan yang sehat, karena masyarakat dan pelaku ekonomi membutuhkan aturan yang jelas, adil, dan dapat memberikan rasa aman dalam menjalankan aktivitasnya. Dalam perspektif pembangunan daerah, penguatan potensi ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing daerah. Materi yang disampaikan tersebut mendapatkan perhatian besar dari peserta karena memberikan gambaran mengenai bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran sebagai generasi muda dalam mengawal kebijakan publik dan pembangunan daerah menuju target Indonesia Emas 2045.

Kuliah tamu nasional kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh Dr. Susantriana Dewi, S.E., M.M. selaku moderator. Diskusi berlangsung interaktif dan dibagi menjadi dua sesi pertanyaan, dengan masing-masing sesi memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan tiga pertanyaan kepada narasumber. Berbagai pertanyaan yang disampaikan mahasiswa menunjukkan tingginya perhatian mereka terhadap persoalan kebijakan publik, kepastian hukum, pembangunan ekonomi daerah, serta peran generasi muda dalam pembangunan nasional. Narasumber memberikan tanggapan secara komprehensif dengan mengaitkan pertanyaan mahasiswa dengan kondisi dan tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat saat ini. Interaksi antara mahasiswa dan narasumber membuat suasana kegiatan semakin hidup serta memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas perspektif mereka terhadap isu-isu strategis yang selama ini dipelajari melalui berbagai mata kuliah.

Kegiatan Kuliah Tamu Nasional di PDKU Ponorogo Unmer Malang tersebut ditutup dengan suasana penuh antusiasme dan apresiasi dari para peserta. Kehadiran sekitar 200 mahasiswa dari Program Studi Manajemen, Administrasi Publik, dan Hukum menunjukkan besarnya minat mahasiswa terhadap kegiatan akademik yang menghadirkan praktisi dan tokoh yang memiliki pengalaman langsung dalam proses kebijakan publik dan pembangunan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa bahwa pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi akademik, kesadaran hukum, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah. Bagi PDKU Ponorogo Unmer Malang, kuliah tamu tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas jejaring akademik dan kebangsaan. Melalui kegiatan-kegiatan serupa, Unmer Malang terus mendorong terwujudnya kampus yang asri, aman, dan berdampak, serta melahirkan lulusan yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Scroll to Top