MAHASISWA KKN-TEMATIK UNMER MALANG PDKU PONOROGO KEMBANGKAN “MODEL BISNIS BUDIDAYA IKAN LELE BERBASIS KOLAM PORTABLE MELALUI  HILIRISASI PRODUK FROZEN FOOD PADA KARANG TARUNA DESA MRICAN

MAHASISWA KKN-TEMATIK UNMER MALANG PDKU PONOROGO KEMBANGKAN “MODEL BISNIS BUDIDAYA IKAN LELE BERBASIS KOLAM PORTABLE MELALUI  HILIRISASI PRODUK FROZEN FOOD PADA KARANG TARUNA DESA MRICAN”

Desa Mrican, 31 Juli 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik melaksanakan program kerja tematik sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi pengembangan usaha perikanan yang berkelanjutan dan bernilai tambah. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat dengan mengintegrasikan aspek budidaya, pengolahan hasil, pemasaran hingga penyusunan model bisnis yang dapat diterapkan oleh kelompok masyarakat maupun pelaku UMKM desa. Konsep hilirisasi dipilih karena mampu meningkatkan nilai ekonomi ikan lele yang selama ini sebagian besar hanya dipasarkan dalam bentuk ikan segar. Pendekatan hilirisasi produk perikanan menjadi salah satu strategi yang banyak didorong untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

Gambar 1 : Pemberangkatan KKN oleh Ketua PDKU Ponorogo beserta jajaran.

Budi daya Ikan lele tidak hanya menghasilkan ikan konsumsi, tetapi dapat juga berkembang menjadi industri pengolahan pangan yang memberikan nilai tambah lebih besar. Melalui hilirisasi produk frozen food, masyarakat memiliki peluang memperoleh keuntungan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Pemerintah Desa Mrican melalui Kepala Desa, Adi Purnomo Sidik  sejak awal sangat mendukung kegiatan mahasiswa KKN PDKU Ponorogo di Desanya, mengharapkan bisa memberikan kontribusi positif dalam mendorong pembangunan desa dan meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperkuat kapasitas lokal. Dinilai materi yang diberikan sangat aplikatif karena mampu menjawab tantangan pemasaran hasil budidaya yang selama ini masih bergantung pada penjualan ikan segar.

Nurdin Iskandar mahasiswa Universitas Merdeka Malang  PDKU Ponorogo selaku Koordinator KKN berharap akan lahir unit-unit usaha baru berbasis perikanan yang dikelola oleh masyarakat, kelompok pembudidaya ikan, UMKM maupun karang taruna. Produk olahan yang bisa dikembangkan antara lain 1) Nasi Sambal Goreng Lele. 2). Abon Lele 3). Keripik Lele  4). Lele Marinasi. 5). Arem-arem isi sambal goreng lele  6). Lemper isi abon lele. 7). Pastel isi abon lele. 8). Nugget lele. 9) Kerupuk Lele. 10). Bakso Lele. 11). Sosis Lele. 12) Dimsusm Lele,  beserta inovasi produk olahan lainnya.

Ketua PDKU Universitas Merdeka Malang  Drs.H.Imam Fauzan, MM mengharapkan Kedepan Model bisnis budidaya ikan lele dan hilirisasi produk frozen food diharapkan menjadi contoh pengembangan ekonomi lokal yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Gambar 2 : Penerimaan mahasiswa KKN oleh Kepala Desa Mrican, Adi Purnomo Sidik.

Gambar 3 : Proker Budi Daya Lele Berbasis Kolam Portable, sebagai usaha baru  

                     kelompok karang taruna desa.

Kabag LPPM Unmer Malang PDKU Ponororgo Tutik Heriana, SE.MM juga  menyampaikan bahwa Implementasi Model pemberdayaan yang ditawarkan ke Desa Mrican  diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat diversifikasi ekonomi desa, meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan serta mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Mrican. Hal ini jika berhasil diimplementasikan, model ini berpotensi menjadi best practice atau model  percontohan yang dapat direplikasi  oleh desa-desa lainnya sehingga berdampak luas terhadap pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di Indonesia.

Scroll to Top