Kegiatan International Collaborative Teaching kembali pada hari rabu tanggal 26 November 2025 digelar sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat jejaring akademik global. Acara ini menghadirkan dua narasumber dari Indonesia dan Filipina yang berkolaborasi dalam satu forum pembelajaran. Kegiatan tersebut merupakan upaya memperkaya wawasan mahasiswa tentang praktik pemasaran lintas budaya. Kolaborasi ini juga membuktikan bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan untuk saling memahami perbedaan. Kehadiran dua akademisi berkompeten membuat acara ini semakin dinantikan.
Dr. Rome Sherriff G. Montoya dari Rizal Technological University, Filipina, menjadi pembicara utama dalam kegiatan ini. Beliau dikenal aktif dalam riset pemasaran internasional dan pengembangan kurikulum global. Partisipasinya memberikan perspektif baru tentang dinamika pemasaran di negara ASEAN. Kehadirannya juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk memperkuat kualitas pendidikan. Mahasiswa mendapat kesempatan langsung belajar dari pengalaman beliau.
Dari Indonesia, Dr. Rizqi Rahmawati, ST., MM., dari Universitas Merdeka Malang, turut menjadi pembicara dalam sesi kolaboratif ini. Beliau dikenal sebagai akademisi yang aktif dalam penelitian dan pengembangan pembelajaran berbasis internasional. Kehadirannya memberikan pandangan mendalam mengenai praktik pemasaran di Indonesia. Perpaduan kedua narasumber ini menciptakan diskusi yang kaya dan berimbang. Mahasiswa mendapatkan gambaran komprehensif mengenai perbandingan dua negara.
Tema kegiatan tahun ini adalah ?Bridging Cultures, Building Sustainability: A Cross-Cultural Marketing Case Study of Indonesia and the Philippines.? Tema tersebut diangkat untuk menyoroti pentingnya memahami budaya dalam strategi pemasaran internasional. Materi yang disampaikan juga menekankan peran keberlanjutan dalam bisnis modern. Peserta diajak berpikir kritis tentang bagaimana budaya memengaruhi perilaku konsumen. Pendekatan studi kasus membantu mahasiswa menghubungkan materi dengan kenyataan di lapangan.
Acara berlangsung pada 26 November 2025 pukul 13.00 secara daring. Pelaksanaan online memungkinkan peserta dari berbagai daerah dapat mengikuti tanpa batasan jarak. Sistem ini juga mempermudah interaksi dan diskusi secara langsung melalui platform virtual. Panitia menyediakan ruang tanya jawab untuk memperdalam pemahaman mahasiswa. Suasana akademik terasa kuat meskipun kegiatan dilakukan secara digital.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan oleh Universitas Merdeka Malang. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu bersaing di tingkat global. Kolaborasi dengan perguruan tinggi asing menjadi salah satu strategi untuk memperkaya pengalaman belajar. Program seperti ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan di bidang penelitian. Hal tersebut menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dan institusi.
Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan manfaat besar berupa wawasan baru tentang pemasaran lintas budaya. Mereka dapat membandingkan karakteristik konsumen Indonesia dan Filipina secara langsung. Penjelasan narasumber memberikan gambaran nyata tentang strategi yang efektif di masing-masing negara. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa dapat mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja global. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang tidak sering mereka temui di kelas biasa.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat hubungan antara kedua universitas sebagai mitra akademik. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu sesi pengajaran saja. Ada peluang besar untuk mengembangkan penelitian bersama di masa depan. Pertukaran dosen dan mahasiswa juga menjadi kemungkinan yang dapat diwujudkan. Komitmen kedua kampus menunjukkan keseriusan dalam membangun jejaring internasional.
Acara berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Banyak mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber. Respons positif tersebut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan benar-benar relevan. Panitia merasa puas karena tujuan acara dapat tercapai dengan baik. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.
Pada akhirnya, International Collaborative Teaching ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi antarnegara dalam dunia pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman lintas budaya. Kegiatan ini menginspirasi banyak pihak untuk terus memperkuat kerja sama akademik. Harapannya, generasi muda semakin siap menghadapi tantangan global yang penuh dinamika. Acara ini pun menjadi momentum berharga dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dan Filipina.
