Universitas Merdeka Malang PDKU Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kolaborasi internasional melalui kegiatan Live Collaborative Teaching. Acara ini mengangkat tema ?International Collaborative Learning on Sustainable Development and Public Policy: Indonesia?Philippine Perspective?. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 November 2025, secara daring melalui platform Zoom. Acara ini menghadirkan dua narasumber dari Indonesia dan Filipina. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pengembangan jejaring akademik antarnegara.
Dalam kegiatan ini, Universitas Merdeka Malang menghadirkan Anton Subagyo sebagai salah satu narasumber utama. Beliau dikenal sebagai akademisi yang aktif dalam isu pembangunan berkelanjutan dan kebijakan publik. Partisipasi beliau menggambarkan kontribusi nyata Indonesia dalam diskusi internasional mengenai isu strategis tersebut. Kehadiran tokoh akademik ini diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta. Perspektif yang dibawakan juga menjadi representasi penting bagi institusi pendidikan Indonesia.
Dari pihak Filipina, kegiatan ini menghadirkan Renia F. De La Pe?a dari Central Philippine University. Beliau merupakan akademisi yang memiliki pengalaman luas dalam kajian kebijakan publik dan pembangunan masyarakat. Kehadirannya memberikan sudut pandang yang seimbang dalam dialog internasional antarnegara. Keterlibatan dua akademisi ini menunjukkan kuatnya kerja sama regional di bidang pendidikan. Hal ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memecahkan isu-isu global.
Acara dimulai pukul 13.00 GMT+7, sehingga dapat diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah dengan mudah. Informasi teknis mengenai Zoom ID dan passcode disediakan untuk memastikan akses terbuka bagi seluruh peserta. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjangkau audiens yang luas, termasuk mahasiswa dan dosen. Penggunaan platform digital juga memudahkan proses pembelajaran tanpa batas geografis. Hal ini memperlihatkan bagaimana teknologi mendukung efektivitas pendidikan modern.
Kegiatan collaborative teaching ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai pembangunan berkelanjutan dalam konteks kebijakan publik. Tema tersebut dipilih karena relevansinya dengan tantangan global yang dihadapi banyak negara. Interaksi lintas batas diharapkan mampu memunculkan gagasan segar dari pengalaman Indonesia dan Filipina. Diskusi juga menggarisbawahi pentingnya integrasi antara akademisi dan praktisi dalam menyusun kebijakan. Pendekatan multidisiplin menjadi landasan utama kegiatan ini.
Selain materi inti, kegiatan ini juga menjadi media bagi peserta untuk bertukar gagasan secara langsung dengan para narasumber. Forum dialog disiapkan agar peserta dapat mengajukan pertanyaan dan berdiskusi secara aktif. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam membangun kemampuan kritis mahasiswa. Peserta dapat memahami bagaimana teori diterapkan dalam praktik pemerintahan dan pembangunan. Interaksi tersebut memperkaya pengalaman belajar secara internasional.
Kegiatan ini juga memberi kontribusi positif bagi hubungan bilateral dalam bidang pendidikan tinggi. Dengan adanya kolaborasi seperti ini, kedua institusi semakin memperkuat jejaring akademik yang saling menguntungkan. Pertukaran pengetahuan menjadi salah satu penggerak utama bagi peningkatan kualitas pendidikan. Kerja sama ini diharapkan berlanjut pada program penelitian dan pengabdian bersama. Penguatan kolaborasi internasional menjadi bentuk komitmen dalam menghadapi tantangan global.
Penyelenggara berharap kegiatan ini memberikan dampak signifikan bagi seluruh peserta dan institusi yang terlibat. Melalui pembelajaran kolaboratif, mahasiswa dapat memahami isu global secara lebih komprehensif. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi program kolaborasi penelitian di masa mendatang. Universitas Merdeka Malang berkomitmen terus memperluas kerja sama internasional dalam bidang pendidikan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kualitas akademik yang berdaya saing global.
