Tiyas Cahyanti_Universitas Merdeka Malang PDKU Ponorogo – Sore itu hati Siti hancur saat mendapat kabar bahwa anaknya Heri tertimpa beton di sebuah proyek bangunan di Malang tempatnya bekerja. Semenjak suaminya stroke, Heri menjadi tulang punggung keluarga. Sebagai buruh harian lepas, gaji yang di dapat Heru hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan terkadang untuk sekedar makan saja mereka kesulitan. Tidak ada tabungan sepeserpun, bahkan untuk sekedar berjaga-jaga jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Sore itu tubuh Siti terasa lemas saat melihat Heri yang tak berdaya tengah dibopong rekan-rekan kerjanya dengan kaki dan lengan sebelah kanan yang terluka parah. Rekan kerja Heru segera melaporkan kejadian tersebut kepada mandor proyek dan dari situlah cerita berubah. Heri ternyata telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan oleh pihak proyek, meski statusnya hanya pekerja harian. Dan seluruh biaya pengobatannya ditanggung melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Sehingga keluarga Heri tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatannya.
?Kalau tidak ada BPJS Ketenagakerjaan, mungkin kami sudah terjerat utang, tidak tau lagi bagaimana kehidupan kami selanjutnya,? ujar Siti sambil mengusap lembut kepala anaknya

Perlindungan untuk Pekerja Rentan
Data yang dirilis BPJS Ketenagakerjaan beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ribuan kasus kecelakaan terjadi di sektor konstruksi setiap tahun, mulai dari luka ringan hingga kasus fatal yang berdampak pada keluarga yang ditinggalkan. Hal ini menunjukkan betapa rentannya pekerja konstruksi dan betapa pentingnya layanan sosial terutama BPJS ketenagakerjaan bagi para pekerja konstruksi.
Dulu layanan kesehatan BPJS ketenagakerjaan hanya diberlakukan untuk pekerja formal saja. Namun kini, semakin banyak pekerja non-formal yang mendapatkan hak perlindungan sosial seperti halnya BPJS ketenagakerjaan. Melalui regulasi pemerintah dan gerakan kolaboratif lintas sektor, pekerja harian, buruh tani, nelayan, hingga pekerja UMKM mulai tersentuh program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Namun sayangnya data yang terkumpul belum cukup untuk meningkatkan kesadaran dan literasi jaminan sosial sehingga masih banyak pekerja rentan yang belum mendapatkan jaminan perlindungan sosial. Untuk itu perlu adanya edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat ataupun pemerintah akan ketidakmerataan jaminan layanan sosial bagi tenaga kerja rentan. Karna keselamtan dan kesejahteraan pekerja merupakan indikator paling penting dalam menunjang pembangunan negara.
Ekonomi Hijau (green growth) dan Kesejahteraan Pekerja
Saat ini Indonesia tengah berada di fase peralihan dari ekonomi campuran menuju ekonomi hijau (green growth) yang dalam penerapannya berorientasi terhadap ekosistem, sumber daya alam, dan penggunaan teknologi sehingga jauh lebih sehat dan ramah lingkungan. Namun keberlanjutan sosial juga tidak kalah pentingnya dengan keberlanjutan ekologis.
Pekerja merupakan faktor produksi terbesar suatu negara, yang harus dilindungi dan dijamin keamanan, keselamatan, serta kenyamanan dalam bekerja. BPJS Ketenagakerjaan telah menegaskan konsep people first dalam pembangunan hijau:
1. Perlindungan tenaga kerja meningkatkan resiliensi dalam menghadapi risiko
2.Tenaga kerja yang terlindungi menjadi lebih produktif
3.Produktivitas yang meningkat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Inilah pilar penting dari keberlanjutan: planet, profit, and people yang tidak bisa berdiri sendiri.
Inovasi Layanan Digital untuk Semua
BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Sebagai inovasi yang memudahkan dalam mengakses perlindungan, mengecek status kepesertaan, saldo, hingga klaim secara mandiri tanpa proses panjang yang dulu menjadi hambatan. Inovasi ini sangat efisien bagi pekerja rentan seperti keluarga Heri yang membutuhkan layanan cepat dan tepat. Karena keterlambatan dalam pelayanan dapat berakibat fatal.
?Seluruh biaya pengobatan langsung ditanggung. Kami tinggal fokus pemulihan Heri,? ungkap Siti dengan penuh rasa syukur.
Dengan semakin canggihnya dunia digital memungkinan layanan perlindungan sosial menjangkau semakin banyak pekerja. Serta mendukung efisiensi energi dan pengurangan jejak karbon dari proses administratif yang sebelumnya banyak menggunkan berkas fisik
Keluarga sebagai Fondasi Pertumbuhan Bangsa
Kini Heri tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Meskipun belum bekerja seperti biasanya, kebutuhan sehari-hari keluarga Heri dapat terpenuhi. Layanan sosial yang dianggap sederhana bagi sebagian orang kini menjadi layanan yang begitu berarti bagi keluarga yang berjuang di garis ketidakpastian seperti keluarga Heri. Terkadang hal yang menurut kita biasa justru begitu berarti bagi orang lain.
Perlindungan sosial pekerja tidak hanya tentang biaya perawatan dan manfaat finansial. Namun juga soal martabat, keamanan, dan kesempatan untuk kembali bangkit. Dari pekerja yang terlindungi tercipta kesejahteraan dan keadilan yang menunjang pembangunan nasional.
Menuju Masa Depan yang Lebih Aman dan Hijau
Transformasi menuju ekonomi hijau bukan hanya tentang keseimbangan ekosistem, pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, dan pemanfaatan teknologi canggih semata. Namun tentang menciptakan lapangan kerja yang aman, berkualitas, menghargai hak-hak pekerja, serta mengedepankan kesejahteraan dan keselamatan pekerja.
Kisah keluarga Heri menjadi bukti bahwa perlindungan sosial yang berkelanjutan mampu menjaga produktivitas tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Setiap pekerja yang terlindungi adalah investasi masa depan Indonesia. Karena pertumbuhan ekonomi yang sejati bukan hanya tentang angka, tetapi tentang memastikan setiap keluarga dapat hidup dengan aman, bermartabat, dan berharap. Layanan BPJS ketenagakerjaan menciptakan kesejahteraan dan keadilan pekerja menuju indonesia yang lebih baik.
